Jumat, 29 September 2017

tugas IBD 9



1. Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan segala sesuatu yang di inginkan akan di dapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di masa depan.

2.Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran seorang manusia.

3. Doa adalah permohonan kepada tuhan yang disertai dengan kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.

4.Salah satu usaha yang bisa meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan YME adalah dengan membaca kitabnya sesuai dengan agama masing-masing dan dengan mengagumi segala ciptaannya baik yang besar maupun yang kecil.

tugas IBD 8



1.
a. Jasad : Badan yang tampak, dapat diraba, dan menempati sebuah ruang dan waktu
b. Hayat : Mengandung unsur hidup yang dapat ditandai dengan gerak
c. Ruh : Daya yang bekerja secara spiritual dan dapat memahami kebenaran
d. Nafas : Dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang dirinya sendiri

2.   hakikat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang di buat oleh Tuhan Yang Maha Esa.

3.
a. Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal seorang manusia.
b. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia selalu membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.

tugas IBD 7



1.
a.Pandangan Hidup adalah pendapat atau pertimbagan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman dan sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
b.Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran seorang manusia
c.Kebajikan adalah sesuatu perbuatan, tindakan, kesadaran dan tenggang rasa dari seseorang terhadap orang lain.
d.Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mencapai cita-cita.

2.
a.Mengenal.
Sebelum seseorang meyakini sesuatu pastilah ia harus mengenal apa yang ia lihat tersebut. Mengenal merupakan langkah awal dari berpandangan hidup yang baik karena dengan mengenal, kita bisa membedakan suatu hal yang baik dan buruk menurut cara pandang kita sehingga kita tidak akan mengambil langkah yang salah.

b.Mengerti
Tidak cukup hanya dengan mengenal, kita harus mengerti tentang apa yang sedang kita hadapi. Mengerti sebagai langkah berikutnya dari mengenal. Mengenal di ibaratkan hanya sebagai lapisan luar sedangkan kalau kita ingin mengetahui lapisan dalamnya, kita harus mengerti.

c.Menghayati
Setelah kita mengenal dan mengerti suatu hal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menghayati. Dengan menghayati kita dapat mengerti lebih jauh

d.Meyakini
Langkah selanjutnya adalah meyakini. Meyakini dapat kita lakukan dengan memperdalam rasa mengenal, mengerti, serta menghayati. Dengan meyakini kita dapat berpegang teguh dengan lebih kuat pada cara pandang yang kita yakini.

e.Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan ditertima baik oleh dirinya dan juga oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.

f.Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir.Langkah Terakhir ini merupakan langkah tererat dan benar-benar membutuhkan iman yang kuat dan kebenaran  dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Minggu, 18 Juni 2017

ESTETIKA (teori Subyektif dan Obyektif)

Ada dua teori tentang keindahan , yaitu yang bersifat subyektif dan obyektif.
  • Keindahan subyektif ialah keindahan yang ada pada mata yang memandang
  • Keindahan obyektif ialah menempatkan keindahan pada benda yang dilihat


Teori obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika  adalah  (kwalita)  yang memang telah  melekat  pada  benda  indah  yangbersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan seseorang hanyalah menemukan  atau menyingkapkan  sifat-sifat  indah  yang sudah  ada  pada  sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk mengubahnya. Yang menjadi persoalan dalam teori ini ialah ciri-ciri khusus manakah yang membuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetis.

Teori  subyektif  menyatakan  bahwa  ciri-ciri  yang menciptakan keindahan pada sesuatu benda  sesungguhnya  tidak ada.  Yang ada  hanyalah  tanggapan  perasaan dalam diri  seseorang yang mengamati  sesuatu benda  .  Adanya  keindahan  semata-mata tergantung pada pencerapan  dari  si  pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatubenda mempunyai nilai estetis, hal ini diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetis sebagai tanggapan terhadap benda itu.

PUISI DAN PROSA

Puisi adalah ragam sastra yang bahsnya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. Dan dapat juga di katakan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya di pilih dan di tata secara cermat, sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus
Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, puisi merupakan genre yang paling tua. Genre ini telah ditemukan dalam naskah-naskah  Melayu, seperti Adat Raja-Raja Melayu dan Hikayat Sri Rama. Sebelumnya, puisi juga telah ditemukan dalam epos Mahabarata dan Ramayana yang dibawa para pedagang India sekitar abad ke-10.
Sejak saat itu, puisi (yang dulu lebih dikenal dengan pantun) berkembang di nusantara dan biasanya digunakan untuk menyampaikan amanat. Selanjutnya, fungsi puisi meluas menjadi wadah mengekspresikan pendapat/ide. Saat ini, puisi kerap digunakan untuk media kritik sosial yang mencakup realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Prosa adalah karangan bebas ( tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi. Segala reaksi yang timbul setelah mendengarkan / membaca suatu karya baik yang berupa prosa fiksi maupun ilmiah di sebut tanggapan atau apresiasi yang merupakan dampak dari suatu penikmatan yang nyata.Prosa merupakan karangan bebas yang tidak terikat kaidah seperti terdapat pada puisi. Prosa termasuk ke dalam genre sastra selain drama dan puisi. Prosa dapat berbentuk fiksi dan ilmiah. Prosa fiksi mencakup cerpen dan novel/roman, sedangkan prosa ilmiah dapat berupa pidato, iklan, khotbah, dan lain-lain.

Prosa fiksi seperti cerpen dan novel banyak dijumpai di pasaran bebas. Disebut fiksi karena cerita yang diangkat dalam cerpen dan novel biasanya berupa cerita khayalan/tidak nyata. Namun, cerita-cerita tersebut tetap menggunakan tema-tema kehidupan nyata/realitas manusia, tetapi diolah dan disuguhkan dalam bentuk fiksi

Intuisi & Ekspresi

Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas.
Sepertinya pemahaman itu tiba tiba saja datang dari dunia lain dan diluar kesadaran.Misalnya saja,seseorang tiba tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku.Ternyata,didalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinyaselama bertahun-tahun.Atau misalnya,merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat,ternyata disana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya.Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi.Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memeliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa.Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka,Salah satu bentuk kemampuan  psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi .Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

Manfaat dan cara mengembangkan intuisi. Intuisi kadang-kadang disebut sebagai bimbingan batin, merupakan suatu mekanisme batin atau mengetahui secara naluriah tanpa membutuhkan atau menggunakan proses berpikir loagis.
Intuisi merupakan alternatif sumber pengetahuan,tingkat kesadaran, atau sebagian orang menyebutnya, suara batin .Kita semua memiliki mekanisme ini dengan berbagai tingkatan serta kemampuan untuk mengembangkan intuisi lebih lanjut.

              Ekspresi yaitu pernyataan batin seseorang  dengan cara berkata,bernyanyi,bergerak dengan catatan bahwa ekspresi itu selalu tumbuh  karena dorongan akan menjelmakan perasaan atau buah pikiran. Ekspresi itu dapat menhgembangkan kreativitas seseorang; dan jika anak sanggup  berkreativitas secara kreatif, barulah mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Ekspresi juga bersifat membersihkan,membereskan(kataris). Karena itu, ekspresi dapat mencegah timbulnya kejadian-kejadian yang tidak diberi kesempatan untuk menjelmakan perasaanya dan menghadapi perasaanya.tanpa ekspresi, bahan yang terpendam itu dapat membahayakan. Dan terkadang bisa menjadi “letusan kecil”,seperti  memaki-maki, atau bisa juga menjadi “letusan besar”, misalnya mengamuk, bahkan membunuh,” letusan” yang lebih besar lagi adalahterjadinya  letusan revolusi suatu bangsa yang bertahun tahun atau berabad abad tertindas.

Quotes : "Estetika berbahasa, itulah cara pandang orang lain terhadap diri kita".
Bagaimana nasib pendidikan 
Di negeri kita Tercinta.


Sampai kini pun saya tidak tahu,
Apakah title Sarjana bisa di bilang baik,….belum tentu
17 tahun menempuh pendidikan, dan apa yang di dapat
Pasar global sudah mulai merajai semua bidang pekerjaan
Semua lulusan sarjana banyak yang menganggur
Ada apa dengan negeri kita,………
Universitas di negeri kita sangatlah banyak
Mulai dari negeri sampai swasta,
Tapi, hanya ada satu,
Gunadarma University, “Coloring The Global Future” 
Menyelenggarakan pendidikan tinggi
 berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas
yang bereputasi internasional, memiliki jejaring global, 
dan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan daya saing bangsa.




Quotes; “Bangsa yang baik, adalah bangsa yang mempunyai generasi yang baik”

Sabtu, 29 April 2017

5 NILAI MASALAH POKOK KEHIDUPAN MANUSIA 
1. Hakekat Hidup Manusia  (HM)
ada kebudayaan yang memandang hidup manusia itu pada hakekatnya suatu hal yang buruk dan menyedihkan, dan karena itu harus dihindari. Kebudayaan-kebudayaan yang terpengaruh oleh agama Budha misalnya dapat disangka mengkonsepsikan hidup itu suatu hal yang buruk. Pola-pola tindakan manusia akan mementingkan segala usaha untuk menuju ke arah tujuan untuk dapat memadamkan hidup itu (nirvana = meniup habis) dan merehkan segala tingkatan yang hanya mengekalkan rangkaian kelahiran kembali (samsara). Adapun kebudayaan-kebudayaan lain memandang hidup manusia itu pada hakekatnya buruk, tetapi manusia dapat mengusahakan untuk menjadikannya suatu hal yang baik dan mengembirakan.
2. Hakekat Karya Manusia  (KM)
ada kebudayaan-kebudayaan yang memandang bahwa karya manusia pada hakekatnya bertujuan untuk memungkinkan hidup kebudayaan lagi menganggap hakekat dari karya manusia itu untuk memberikannya suatu kedudukan yang penuh kehormatan dalam masyarakat, sedangkan kebudayaan-kebudayaan lain lagi menganggap hakekat karya manusia itu sebagai suatu gerak hidup yang harus menghasilkan lebih banyak karya lagi. Misal karya yang di berikan atau yang di hasilkan adalah sebagai bukti dari kedudukan nya. Seorang pianis, dan menghasilkan karya yang indah dengan itulah seorang mendapat kan kedudukan nya. 
3. Hakekat Waktu Manusia (WM)
 ada kebudayaan-kebudayaan yang memandang penting dalam kehidupan manusia itu masa yang lampau. Dalam kebudayaan-kebudayaan serupa itu orang akan lebih sering mengambil sebagai pedoman dalam tindakannya, contoh-contoh dan kejadian-kejadian dalam masa yang lampau. Sebaliknya, ada banyak pula kebudayaan dimana orang hanya mempunyai suatu pandangan waktu yang sempit. Warga dari suatu kebudayaan serupa itu tidak akan memusingkan diri dengan memikirkan zaman yang lampau maupun masa yang akan datang, mereka hidup menurut keadaan yang ada pada masa sekarang ini. Kebudayaan-kebudayaan lain lagi malah justru memntingkan pandangan yang berorientasi sejauh mungkin terhadap masa yang akan datang, dalam kebudayaan serupa itu perencanaan hidup menjadi suatu hal yang penting.
4. Hakekat Alam Manusia (AM)
ada kebudayaan-kebudayaan memandang alam sebagai suatu hal yang begitu dahsyat sehingga manusia pada hakekatnya hanya dapat bersifat menyerah saja tanpa dapat berusaha banyak, sebaliknya banyak pula kebudayaan lain yang memandang alam sebagai suatu hal yang dapat dilawan oleh manusia dan mewajibkan manusia untuk selalu berusaha menaklukkan alam. Kebudayaan lain lagi menganggap bahwa manusia hanya dapat berusaha mencari keselarasan dengan alam. Contohnya adalah Yin-Yang atau Yin dan Yang adalah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dengan alam dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.
5. Hakekat Hubungan Manusia (HM) 
ada kebudayaan-kebudayaan yang sangat mementingkan hubungan vertikal antara manusia dengan sesamanya. Dalam tingkah lakunya manusia yang hidup dalam suatu kebudayaan serupa itu akan berpedoman kepada tokoh-tokoh pemimpin orang-orang senior, atau orang-orang atasan. Kebudayaan lain lebih mementingkan hubungan horizontal antara manusia dengan sesamanya. Orang dalam suatu kebudayaan serupa itu akan sangat merasa tergantung kepada sesamanya, dan usaha untuk memilihara hubungan baik dengan tetangganya dan sesamanya merupakan suatu hal yang dianggap sangat penting dalam hidup, kecuali itu ada banyak kebudayaan lain yang tidak membenarkan anggapan bahwa manusia itu tergantung kepada orang lain dalam hidupnya. Kebudayaan-kebudayaan serupa itu, yang sangat mementingkan individualime, menilai tinggi anggapan bahwa manusia terus berdiri sendiri dalam hidupnya, dan sedapat mungkin mencapai tujuannya dengan bantuan orang lain sedikit mungkin.
Quotes: "kebudayaan itu adalah warisan dari leluhur". 
Konsep kebudayaan 

Suatu gagasan atau hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Pandangan terhadap kebudayaan bangsa timur

Kebudayaan bangsa Timur sangat lah berbeda dengan budaya bangsa Barat, dimana bangsa Timur yang mempunyai etnik sangat kental terhadap budaya daerahnya. Sedangkan budaya barat menunjukkan budaya yang berlaku pada tren yang sedang mendunia di landasi dengan kemajuan teknologi yang sedang berkembang. 

Contoh - contoh kehidupan kebudayaan bangsa Timur yang masih di lestarikan sampai saat ini, yaitu :
1. Etnis tiongkok di daerah yang masih berjalan sesuai adatnya dengan cara tradisional. 
2. Suku Toraja, masih memakai tradisi unik yaitu dengan membawa keliling mayat yang sudah tiada sebagai penghormatan pada leluhur yang sering di namaku dengan julukan "mayat berjalan". 
3. Keraton kesultanan Yogyakarta dalam acara keraton yang di adakan setiap satu tahun sekali yg di pimpin dengan seorang sultan dengan memakai baju adat daerah dan acara yang kental dengan budaya nya. 
4. Di suku batak ada acara pembelian marga untuk julukan identitas keluarga, dimana acara tersebut di adakan jika seorang yang memiliki marga menikah dengan yang tidak memiliki marga. Maka hukumnya wajib membeli marga dengan ritual adat daerah batak. 

Quotes : "budaya merupakan warisan dari leluhur, maka wajib di lestarikan".