Jumat, 06 Januari 2017

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
Marilah kita pikirkan dan amati suasana kehidupan bangsa Indonesia. Kita harus merasa bangga akan tanah air kita dan juga kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah dikaruniai tanah air yang indah dengan aneka ragam kekayaan alam yang berlimpah ditambah lagi beraneka ragam suku, ras, adat istiadat, budaya, bahasa, serta agama dan lain-lainnya. Kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti masalah Agama, paham separatisme, tawuran ataupun kesenjangan sosial. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina. Kita tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling bermusuhan satu sama lain karena masalah agama.Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu akan terbina kehidupan yang rukun, tertib, dan damai.
Contoh pelaksanaan toleransi antara umat beragama dapat kita lihat seperti:
·         Membagikan zakat ke semua masyarakat, tanpa mengenal agama.
·         Memperbaiki tempat-tempat umum, tanpa memilah-milah daerah nya.
·         Membantu orang yang kena musibah banjir, tanpa mengenal ras.
·         Membantu korban kecelakaan lalu-lintas, tanpa mengenal status sosial.

Quotes: "Agama di dunia ini sangatlah banyak, akan tetapi mempunyai satu tujuan yang sama yaitu beramal kebaikan dan yakin akan pedoman yang di anut nya.
Prasangka
membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan mengenai objek tersebut. Awalnya istilah ini merujuk pada penilaian berdasar ras seseorang sebelum memiliki informasi yang relevan yang bisa dijadikan dasar penilaian tersebut. 
Diskriminasi 
merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain.
Etnosentrisme 
penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri.

Upaya Untuk Mengatasi Serta Menghilangkan Sifat PRASANGKA, DESKRIMINASI, ETNOSENTRISME yaitu ;

PRASANGKA
Mengatasi sifat ini ialah selalu berfikir positif terhadap orang lain serta janganlah menilai seseorang atas dasar yang belum jelas kebenarannya.
DESKRIMINASI
Mengatasi nya ialah dengan mengukur tingkat kepribadian masing-masing individu.
ETNOSENTRISME
Mengatasi masalah ini yaitu dengan cara, menerima semua masukan dari setiap individual dan harus lebih bijak dalam menilai seseorang.

Quotes:
"Hanya ada satu KUNCI, selalu POSITIF THINKING terhadap semua individu dan lingkungan"

Rabu, 04 Januari 2017


Information University;
www.baak.gunadarma.ac.id

Akun studentsite;
www.studentsite.gunadarma.ac.id

Library University;
www.library.gunadarma.ac.id


MASALAH SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT 


Stratifikasi Sosial
  1. Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).  Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur. 
  2. Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. 
  3. Statifikasi sosial menurut Max Weberadalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise 
  • Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial 

    1. Ukuran kekayaan   

    Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama. 

    2. Ukuran kekuasaan dan wewenang

    Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

    3. Ukuran kehormatan 

    Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

    4. Ukuran ilmu pengetahuan 

    Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

     

    Elite dan Massa  

    1. Pengertian Elite

    Dalam pengertian yang umum elite menunjuk pada sekelompok orang orang yang ada dalam masyarakat dan menempati kedudukan tinggi. Dalam pengertian khusus dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan minoritas yang memegang kekuasaan.

    Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan: “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.

    Dalam studi sosial golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dikenal dengan elit. Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai sosial.
    2. Pengertian Massa
    Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yanag secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.



    Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.



    Massa (mass) atau crowd adalah suatu bentuk kumpulan (collection) individu-individu, dalam kumpulan tersebut tidak terdapat interaksi dan dalam kumpulan tersebut tidak terdapat adanya struktur dan pada umumnya massa berjumlah orang banyak dan berlangsung lama.
Quotes: "Stratifikasi Sosial tidak penting, yang lebih penting adalah bersosialisasi antar masyarakat".

Selasa, 03 Januari 2017

Crude Death Rate

Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. Penduduk tua mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang masih muda. 

Angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah. 

Rumus : 



Quotes : "Kematian memang bisa di hitung, akan tetapi Tuhanlah yang menentukan kepada siapa Kematian akan datang".

Senin, 02 Januari 2017

Negara
sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan di bentuk oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan dan sistem yang berlaku bagi semua penduduk nya.
Warga Negara 
orang-orang yang secara resmi ikut menjadi bagian dari penduduk yang dimana mereka menjadi salah satu unsur negara.
Bentuk Negara
Suatu pengelompokan negara berdasarkan kriteria distribusi kekuasaan antar berbagai tingkat pemerintahan dalam suatu negara yang tersusun berdasarkan sistem pemerintahan.
Unsur Unsur Negara
bagian-bagian yang menjadikan negara itu ada. Berdirinya suatu Negara terdiri atas unsur-unsur pembentuknya yang tidak dimiliki oleh organisasi lain.

Quotes:
"Negara adalah bangsa kita, maka dari itu HARGAI dan JAGALAH dengan sangat baik".

Sabtu, 05 November 2016

  • HUKUM
Hukum merupakan salah satu peraturan tertulis yang wajib di taati oleh semua yang mengetahui dan membaca peraturan tersebut.di setiap negara, wilayah, bahkan daerah mempunyai hukum.
hukum terbagi menjadi dua, yaitu;
  1. Hukum Tertulis, Yaitu hukum yang dinyatakan dalam bentuk tertulis dan mempunyai ketentuan yang berlaku. 
  2. Hukum Tidak Tertulis, Yaitu hukum yang dinyatakan dalam bentuk tidak tertulis dan mempunyai ketentuan yang berlaku. 
 NEGARA
Negara merupakan kumpulan dari beberapa wilayah dan beberapa daerah, serta dibatasi oleh beberapa batas untuk mengetahui seberapa luas negara tersebut.

PEMERINTAH
Pemerintah merupakan suatu kepala yang mempunyai tugas dan wewenang dari negara.di setiap wilayah dan daerah mempunyai beberapa pemerintah yang mempunyai kebijakan tersendiri.

"PERINTAH" DAN "LARANGAN" 

PERINTAH
Merupakan suatu wacana yang wajib segera untuk dilakukan/dilaksanakan.
contoh;
Seorang dosen memerintahkan seorang ketua kelas untuk memimpin kelasnya.

LARANGAN
Merupakan suatu hal yang tidak di perbolehkan, jika tidak di lakukan akan mendapatkan sanksi.
contoh;
Seorang ingin membuang sampah di jalan, akan tetapi dia melihat sebuah larangan tersebut"DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI" maka wajib di taati.

BENTUK NEGARA
Negara Kesatuan
Negara kesatuan adalah bentuk negara yang merdeka dan berdaulata, dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan juga mengatur seluruh daerah. 

  • Negara kesatuan dengan sistem tersentralisasi. Sistem tersentralisasi adalah sistem pemerintahan yang seluruh persoalan berada pada negara secara langsung yang diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sementara daerah-daerah yang tinggal dapat melaksanakannya saja. 
  • Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. Sistem desentralsiasi merupakan kebalikan pada sistem sentralisasi yang kepala daerah sebagai pemerintah daerah yang diberikan kesempatan dan kekuasaan dalam mengurus rumah tangga daerahnya sendiri. Sistem tersebut dikenal dengan nama otonomi daerah atau swatantra. 
 Negara Serikat (Federasi) 
 Negara serikat adalah bentuk negara gabungan dari beberapa negara bagian. Negara-negara bagian pada awalnya adalah negara yang merdeka, berdaulat dan berdiri sendiri. Setelah menggabungkan diri dan membentuk negara serikat, negara-negara tersebut melepaskan sebagian kekuasaannya dan menyerahkannya pada negara serikat.

BENTUK NEGARA INDONESIA

Sistem Pemerintahan Tahun 1945 – 1949

Bentuk negara: Presidensial 

Sistem Pemerintahan Tahun 1949 – 1950

Bentuk Negara: Serikat (Federasi)

Sistem Pemerintahan Tahun 1950 – 1959
Bentuk Negara: KesatuanSistem Pemerintahan Tahun 1959 – 1966 (Orde lama)
Bentuk Negara: Kesatuan
Sistem Pemerintahan Tahun 1966 – 1998 (Orde Baru)
Bentuk Negara: Kesatuan
Sistem Pemerintahan Tahun 1998 – Sekarang
Bentuk Negara: Kesatuan

Negara Indonesia dari awal merdeka memang menpunyai banyak bentuk kenegaraan sampai sekarang ini, akan tetapi sistem kenegaraan ini paling baik adalah  kesatuan dan sistem yang dianut adalah demokrasi. karena dengan memakai sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan ini rakyak indonesia dituntut agar dapat bersatu yaitu bhineka tunggal ika dan dapat berdemokrasi dengan cara yang sangat baik.

HUBUNGAN "PEMERINTAH" DAN "NEGARA" 
Mempunyai hubungan yang sangat erat satu sama lain, diantara keduanya pemerintah lah yang mempunyai peran sangat penting,yaitu;
  1. mengatur pemerintahan di semua wilayah.
  2. sebagai tempat aspirasi untuk masyarakat.
  3. sebagai penghubung masyarakat dan presiden dan wakil rakyat.
  4. mengetahui potensi di daerah masing-masing.
  5. sebagai sistem penggerak dalam semua sektor bangsa.
Hal di atas peran penting pemerintah, sedangkan negara hanya mengatur dan mengesahkan peran yang di miliki oleh pemerintah.

QUOTES :
"Jika negaramu ingin maju, tegakkan dan patuhilah HUKUM".